Ada 2 bibit tanaman yang
terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin
tumbuh besar, aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini dan
menjulangkan tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua
tunasku untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan
matahari dipucuk-pucuk daunku”...Dan bibit itu pun tumbuh, makin menjulang.
Bibit kedua bergumam “Aku
takut, jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu apa yang akan
kutemui di bawah sana. Bukankah di sana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan
tunasku ke atas, bukankah nanti keidahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini
pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput
mencoba untuk memakannya? Dan pasti jika aku tumbuh dan merekah, semua anak
kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak! Akan lebih baik jika
aku menunggu sampai semuanya aman”. Dan bibit itu pun menunggu dalam
kesendirian.
Beberapa pekan kemudian seekor
ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi dan menaploknya segera.
Memang selalu ada saja pilihan dalam hidup ini. Selalu saja ada yang harus kita
jalani. Namun seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan,
kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan
alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup.
S,
Rangkuti. 2011. Kisah Inspiratif Untuk Semua Orang.
Karena hidup adalah
pilihan, maka hadapilah itu dengan
Gagah. Dan karena
hidup adalah pilihan,
Maka pilihlah dengan
bijak.
(Abraham
Wesker)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar